Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

Arsitektur

Arsitektur
Curuk Lawe

UNNES'13

UNNES'13
Bandungan

Mind Mapping

Kamis, 10 April 2014

A.    Apa Mind Map (Peta Pikiran) itu?

Mind Map (Peta Pikiran) dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mengorganisasikan dan menyajikan konsep, ide, tugas  atau informasi lainnya dalam bentuk diagram radial-hierarkis non-linier. Mind Map pada umumnya menyajikan informasi yang terhubung dengan topik sentral, dalam bentuk kata kunci, gambar (simbol), dan warna sehingga suatu informasi dapat dipelajari dan diingat secara cepat dan efisien.

Mind Map digagas dan dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang psikolog Inggris, yang meyakini bahwa penggunaan Mind Map tidak hanya mampu melejitkan proses memori tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan menganalisis, dengan mengoptimalkan fungsi belahan otak. Mind Map dapat mengubah informasi menjadi pengetahuan, wawasan dan tindakan. Informasi yang disajikan fokus pada bagian-bagian penting, dan dapat mendorong  orang untuk mengeksplorasi dan mengelaborasinya lebih jauh.

Mengikuti ikhtisar pola kerja MindMaple, Mind Map terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu:
Topik Sentral, pokok atau fokus pikiran/isu uyang hendak dikembangkan, dan diletakkan  sebagai  “pohon”.
Topik Utama, level pikiran lapis kedua sebagai bagian dari Topik Sentral dan diletakkan sebagai “cabang”  yang melingkari “pohon”.
Sub Topik, level pikiran lapis ketiga sebagai bagian dari cabang dan diletakkan sebagai  “ranting” (dan level pikiran lapis berikutnya)


B.    Apa Manfaat Mind Map (Peta Pikiran) dalam Pembelajaran?

Mind Map dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, baik yang bersifat personal maupun kolaboratif. Khusus, dalam konteks pembelajaran, Mind Map dapat digunakan untuk membantu siswa dalam memahami, mengorganisasikan dan memvisualisasikan materi dan aktivitas belajarmya secara kreatif dan atraktif.
  • ·         Siswa dapat mempetakan apa yang didiskusikan bersama teman-temannya,
  • ·         Siswa dapat mempetakan tentang proses dan hasil observasi yang dilakukannya.
  • ·         Siswa dapat mempetakan tentang apa yang dibacanya
  • ·         Siswa dapat mempetakan tentang apa yang didengarnya.
  • ·         Siswa dapat mempetakan tentang apa yang harus dipresentasikannya di kelas, dan
  • ·         Siswa dapat mempetakan aneka aktivitas belajar lainnya, baik yang berkenaan dengan perencanaan, pelaksaanaan maupun hasil belajarnya.

Dengan Mind Map, siswa diajak untuk mengkonstruksi pengetahuan secara kreatif, sesuai dengan apa yang dipahaminya masing-masing, bukan menjiplak pengetahuan secara membabi-buta.
Penggunaan Mind Map tampaknya cukup efektif membantu mahasiswa ketika sedang mengikuti Ujian Skripsi. Skripsi yang sedemikian tebal dapat direduksi dalam satu atau dua halaman saja. Bahkan, di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Mind Map telah menjadi keterampilan yang wajib dikuasai para mahasiswa.
Bagi guru, Mind Map dapat digunakan untuk kepentingan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Dalam perencanaan pembelajaran, Mind Map bisa dimanfaatkan untuk kepentingan menyusun desain pembelajaran, baik yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar maupun pengembangan metode dan penilaian pembelajaran.
Dalam praktik pembelajaran di kelas, guru dapat dapat memanfaatkan Mind Map sebagai media pembelajaran atau mengintegrasikannya dengan metode pembelajaran yang digunakan.

MenyMengintegrasikan Mind Map dengan Metode Jigsaw
Sedangkan dalam penilaian, guru dapat memanfaatkan setiap karya Mind Map siswa sebagai bahan penilaian produk dan bagian dari portofolio siswa, untuk melihat sejauhmana seorang siswa dapat memahami materi pelajaran yang diajarkan sekaligus mengenal kontruksi berfikir para siswanya.
Sementara, bagi guru BK/Konselor, Mind Map bisa menjadi salah satu materi layanan yang diberikan kepada siswa, khususnya berkaitan dengan layanan konten, dalam upaya membantu siswa memiliki keterampilan dan kebiasaan belajar yang efektif.
Tampaknya tidak ada keraguan lagi bagi kita untuk membelajarkan siswa menguasai keterampilan Mind Map ini sejak dini agar proses belajar dan pembelajaran dapat lebih efektif dan optimal



C.    Bagaimana Membuat Mind Map (Peta Pikiran)?

Mind Map dapat dibuat secara manual atau dengan menggunakan bantuan software. Walaupun tidak ada ketentuan yang baku, tetapi ada beberapa hal yang bisa dijadikan pedoman dalam menyusun Mind Map, (khususnya untuk Mind Map yang dibuat secara manual):

Contoh Mind Map Menggunakan MindMaple
  • ·         Mulai dari tengah untuk menentukan Topik Sentral (menentukan “pohon”), dibuat dalam kertas kosong bentuk landscape, disertai gambar berwarna.
  • ·         Tentukan Topik Utama (menentukan “cabang”) sebagai bagian penting dari Topik Sentral.
  • ·         Tentukan Sub Topik sebagai  “ranting” yang diambil dari Topik Utama
  • ·         Secara kreatif gunakan gambar, simbol, kode, dan dimensi seluruh peta pikiran Anda.
  • ·         Sedapat mungkin gunakan kata kunci tunggal  (maksimal 2 kata),  dengan huruf kapital atau huruf kecil.
  • ·         Gunakan garis lengkung untuk menghubungkan antara Topik Sentral dengan Topik Utama dan Sub Topik. Untuk stimulasi visual, gunakan warna dan ketebalan yang berbeda untuk masing-masing alur hubungan.
  • ·         Kembangkan Mind Map sesuai gaya Anda sendiri.
  • ·         Untuk memahami suatu teks, Anda terlebih dahulu harus membaca teks tersebut untuk memperoleh gambaran mental (mental image) yang menyeluruh dan bermakna.

Membuat Mind Map dengan bantuan software tentu akan lebih mengasyikkan Untuk mencari software yang dibutuhkan, Anda bisa menelusuri sendiri di internet melalui bantuan Google dan Anda akan menjumpai berbagai produk software Mind Map. Salah satu software yang bisa digunakan adalah software Mind Map.

1) Mulailah dari tengah kertas kosong.


2) Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama.


3) Gunakan berbagai warna.


4) Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat.


5) Buatlah garis hubung yang melengkung.


6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis.


7) Gunakan gambar

Selamat Mencoba , semoga informasi yang saya berika benmanfaat untuk anda .



DAFTAR PUSTAKA

Buzan. Tony dan Barry. 2004. Memahami Peta Pikiran : The Mind Map Book. Interaksa: Batam

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2013/09/09/mind-map-peta-pikiran/

Arsitek dan Saya

Kamis, 03 April 2014



   Arsitek adalah orang yang merancang bangunan yang meninggikan efek seni dalam bangunan dari pencipta rancangan tersebut. Dalam penerapan profesi, arsitek berperan sebagai pendamping, atau wakil dari pemberi tugas (pemilik bangunan). Arsitek harus mengawasi agar pelaksanaan di lapangan/proyek sesuai dengan bestek dan perjanjian yang telah dibuat. Dalam proyek yang besar, arsitek berperan sebagai direksi, dan memiliki hak untuk mengontrol pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Bilamana terjadi penyimpangan di lapangan, arsitek berhak menghentikan, memerintahkan perbaikan atau membongkar bagian yang tidak memenuhi persyaratan yang disepakati.

   Di sisi lain ada juga yang disebut Arsitektur. Arsitektur adalah ilmu dan seni perencanaan dan perancangan lingkungan binaan (artefak), mulai dari lingkup makro—seperti perencaan dan perancangan kota, kawasan, lingkungan, dan lansekap—hingga lingkup mikro—seperti perencanaan dan perancangan bangunan, interior, perabot, dan produk. Dalam arti yang sempit, arsitektur sering kali diartikan sebagai ilmu dan seni perencanaan dan perancangan bangunan. Dalam pengertian lain, istilah “arsitektur” sering juga dipergunakan untuk menggantikan istilah “hasil-hasil proses perancangan”.

   Membahas tentang arsitektur, serasa bernostalgia mengingat dahulu arsitektur itu prodi yang selama ini orang tua berusaha membujuk saya  untuk tidak memilihnya. Karena apa ? orang tua berpikirnya aku itu seorang cewek, masak iya sih jadi seorang arsitek ? mana sempat buat dirumah ? mana tahan dengan tugas yang seambrek ? yaps... itu salah tiganya. Namun sedikit demi sedikit, orang tua mengerti, dengan semua penjelasan yang saya berikan kepada mereka.

   Awalnya saya memilih prodi arsitektur karena saya suka melihat gambar bangunan kakek saya ketika beliau sedang bekerja dulu, selain itu saya hobi menggambar. Namun saya sangat lemah dalam bidang menghitung, maka dari itu saya tidak memilih teknik sipil dan akhirnya saya memilih prodi arsitektur. Saat SNMPTN undangan saya mendaftar  di UNNES  jurusan teknik arsitektur dan teknik informatika, UNDIP teknik informatika dan kesehatan masyarakat. Namun saya tidak lolos dalam seleksi SNMPTN. Itu semua membuat saya sempat drop. Dan malas untuk belajar lagi. Saya sempat mendaftar beberapa gelombang diPOLINES, dari yang jurusan IPA sampai IPS pun sudah saya coba. Namun tetap sama. Yaps, coba lagi.

   Drop ? pasti. Sampai saya mendaftar disebuah Universitas Katholik, dan saya lolos di prodi Arsitektur. Akan tetapi, papah memberikan penjelasan agar saya mau mengikuti SMBPTN (ujian Tulis). Akhirnya saya turuti. Sebelum SBMPTN saya les pada sebuah bimbingan belajar. Dulu, ketika akan mendaftar SBMPTN diharapkan konsultasi pada guru les saya yang lebih berpengalaman, tapi tak terduga jawaban yang keluar pada kata katanya ketika saya menjawab pertanyaan “kamu mau pilih prodi apa ?”, katanya. “Arsitektur. Saya ingin sekali masuk arsitektur”,jawab saya. “Kamu nggak bakal bisa masuk sana”, jawabnya. Rasanya..... sakit? Pasti. Maka dari itu saya coba buktikan bahwa saya bisa, harus ! Dan setelah saatnya SBMPTN saya tetap memilih arsitektur di UNNES. Dan Alhamdulillah saya lolos di Arsitektur. Sebenarnya masih banyak lagi kata orang yang merendahkan saya. Namun jadikan sebuah ungkapan pedas seseorang adalah motivator untuk kita.

   Prodi Arsitektur , di sini saya mulai mengerti semua kekhawatiran orangtua dulu. Ternyata tidak mudah, ya memang sangat tidak mudah. Namun disini saya mulai mengerti cara membuat denah, potongan, mendesain rumah, asistensi dengan beberapa dosen yang jalan pikirannya tidak selalu sama, membuat tugas sampai lembur, sering mendapatkan komentar yang pedes waktu mengumpulkan tugas, dan masih banyak lagi. Kuliah yang selama ini saya pikirkan adalah berangkat siang, tugas sedikit, banyak jam main, dan semuanya yang enak enak itu semua di rotasi dan digulung gulung di prodi ini. Semua hampir 180⁰ bedanya.

   Arsitektur di UNNES saya harap ketika lulus nanti sudah terakreditasi. Sehingga semua orang itu tahu kalau di UNNES itu ada arsitektur juga. Jadi tidak perlu menjelaskan kalau diUNNES ada Teknik Arsitektur. Jadi arsitek ? itu sudah keinginan mutlak hampir sebagian mahasiswa Arsitektur. Yang berharap terwujud. Aamiin.

   Puas itu boleh. Tapi jangan terlalu cepat. Motivator bukan hanya orang yang berdiri didepan kita untuk menjelaskan cara menghadapi masalah yang ada, tapi motivator adalah sesuatu apapun yang membuat kita lebih penasaran, tidak cepat puas, ingin lebih dan lebih, namun tetap tidak lupa dengan sang maha pencipta.

ARSITEKTUR ITU APA SIH YANG DIPELAJARI ?

Rabu, 26 Maret 2014



   Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
  Teknik Arsitektur merupakan perpaduan antara seni dan teknik bangunan yang di dalamnya termasuk perencanaan, konstruksi, dan penyelesaian dekoratif yang mempelajari bentuk fisik ruang buatan sebagai tempat bagi manusia yang berhubungan dengan segala kompleksitas kebutuhan kehidupannya, baik individu maupun kelompok. Arsitektur tidak hanya terbatas pada bangunan saja namun meliputi interior, landscape (ekterior), kawasan dan lebih luas lagi akan mempelajari tentang perencanaan kota.
   Dalam Teknik Arsitektur, para calon arsitek diajarkan untuk mendesain obyek pembangunan berskala luas secara lengkap dan menyeluruh mulai dari lingkungan terkecil sampai kepada tata ruang perkotaan. Yang dipelajari dalam teknik arsitektur bukan hanya sekedar belajar menggambar. Namun juga dibutuhkan ide yang kreatif, kepedulian terhadap lingkungan, dan pengetahuan yang luas tentang banyak hal misalnya teknologi rancang bangun, ilmu struktur, teknologi bahan, industri, dan peralatan apa saja yang diperlukan agar bangunan dapt berfungsi dengan baik sehingga dapat tercipta suatu bangunan yang bagus dan nyaman, serta ilmu sosial dan ekonomi.
Dalam Teknik Arsitektur, ada beberapa bidang keahlian yang ditawarkan. Bidang keahlian tersebut antara lain adalah :
1.   Sains dan Teknologi Bangunan
2.   Perancangan Arsitektur berbasis komputer
3.   Lingkungan kota dan pemukiman
4.   Analis Kritik dan Sejarah Arsitektur

Apa itu GREEN ARCHITECTURE ?

    Sebuah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal.
    Arsitektur hijau mulai tumbuh sejalan dengan kesadaran dari para arsitek dan seluruh umat manusia akan keterbatasan alam dalam menyuplai material yang mulai menipis.Alasan lain digunakannya arsitektur hijau adalah untuk memaksimalkan potensi site.Penggunaan material-material yang bisa didaur-ulang juga mendukung
    Green’ dapat diinterpretasikan sebagai sustainable (berkelanjutan), earthfriendly (ramah lingkungan), dan high performance building (bangunan dengan performa sangat baik). Suatu bangunan belum bisa dianggap sebagai bangunan berkonsep Arsitektur hijau apabila bangunan tersebut tidak bersifat ramah lingkungan. Maksud tidak bersifat ramah terhadap lingkungan disini tidak hanya dalam perusakkan terhadap lingkungan. Tetapi juga menyangkut masalah pemakaian energi.Oleh karena itu bangunan berkonsep green architecture mempunyai sifat ramah terhadap lingkungan sekitar, energy dan aspek – aspek pendukung lainnya.
PRINSIP-PRINSIP GREEN ARCHITECTURE :
1. Hemat energi / Conserving energy : Pengoperasian bangunan harus meminimalkan penggunaan bahan bakar atau energi listrik ( sebisa mungkin memaksimalkan energi alam sekitar lokasi bangunan ).
2. Memperhatikan kondisi iklim / Working with climate : Mendisain bagunan harus berdasarkan iklim yang berlaku di lokasi tapak kita, dan sumber energi yang ada.
3. Minimizing new resources : mendisain dengan mengoptimalkan kebutuhan sumberdaya alam yang baru, agar sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat digunakan di masa mendatang /
Penggunaan material bangunan yang tidak berbahaya bagi ekosistem dan sumber daya alam.
4. Tidak berdampak negative bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan tersebut / Respect for site : Bangunan yang akan dibangun, nantinya jangan sampai merusak kondisi tapak aslinya, sehingga jika nanti bangunan itu sudah tidak terpakai, tapak aslinya masih ada dan tidak berubah.( tidak merusak lingkungan yang ada ).
5. Merespon keadaan tapak dari bangunan / Respect for user : Dalam merancang bangunan harus memperhatikan semua pengguna bangunan dan memenuhi semua kebutuhannya.
6. Menetapkan seluruh prinsip – prinsip green architecture secara keseluruhan: Ketentuan diatas tidak baku, artinya dapat kita pergunakan sesuai kebutuhan bangunan kita.
konsep arsitektur hijau, sehingga penggunaan material dapat dihemat.